Home Palembang Aktivis Hewan Protes Pertunjukan Ikan Lumba-Lumba Di Palembang

Aktivis Hewan Protes Pertunjukan Ikan Lumba-Lumba Di Palembang

PALEMBANG – Aktivis pemerhati hewan di Palembang menilai aksi sirkus yang baru-baru ini diselenggarakan di Halaman Mall Palembang Trade Centre (PTC) sebagai eksploitasi hewan.

Richa salah satu aktivis hewan yang tergabung dalam komunitas Suara Sahabat Palembang (SSP) mengatakan, pihaknya menolak keras adanya pertunjukkan lumba-lumba tersebut yang dinilai mengeksploitasi hewan.

“Kami dan komunitas pecinta hewan lainnya seperti Planet of animals, Hero for cats, Komunitas pecinta kucing Palembang, dan Palembang woof woof
menolak pertunjukkan tersebut karena mereka mengeksploitasi hewan berkedok edukasi. Mulai dari lumba-lumba dipisahkan dari induknya, tidak berada dimana mereka harusnya berada, sampai cara mereka melatih membawa lumba-lumba tersebut dari satu kota ke kota lain tanpa air laut yang sebenarnya,” tutur Richa, Jumat (29/11/2019).

Meski pertunjukkan tidak berlangsung lama, Richa menerangkan lumba-lumba tersebut pasti melewati jadwal latihan yang sudah ditentukan pelatihnya. Pertunjukkan yang hanya tak sampai setengah jam biar tak terlihat seperti mengeksploitasi.

“Mereka berlatih belum tentu juga istirahat, selain itu airnya juga bukan air laut sebagaimana mestinya. Namun air biasa yang diberikan garam,” tegasnya.

Masih kata dia, izin yang dimiliki pengelola pertunjukkan juga tidak berasal dari DKPP (Dinas Kelautan, Peternakan dan Perikanan) bagian Kesejahteraan hewan.
“Mereka izinnya saja sudah tak jelas, kami masih mencari tau kemana surat izinnya dimasukkan,” singkatnya.

Mendengar mulai banyaknya penolakan datang dari masyarakat, Wakil Walikota Palembang Fitrianto Agustinda mengatakan, pihaknya akan segera mengajak pecinta hewan dan penyelenggara untuk membahas hal ini.

“Lumba-lumba kan salah satu hewan yang dilindungi, kita lihat dulu apakah dalam aturannya memperbolehkan untuk membawa lumba-lumba menjadi hewan atraksi,” ujar Finda ditemui usai meninjau Jalan Kol H Burlian yang menjadi lokasi banjir belakangan ini.

Maka itu Pemkot tak bisa memutuskan sendiri apakah hewan-hewan tersebut boleh dipelihara atau dijadikan hewan atraksi.

“Kita duduk sama-sama agar ketemu jalan keluarnya, jika memang ada aturannya tidak memperbolehkan lumba-lumba di atraksikan maka akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here