Home Rillis Pemkot Fitrianti Imbau Pengelola Siapkan Tempat Khusus

Fitrianti Imbau Pengelola Siapkan Tempat Khusus

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ritel modern di kota ini, Selasa (24/1/2017).

Sidak dilakukan bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Perdagangan Kota Palembang, didampingi Sat Pol PP Palembang.

Ritel modern yang dikunjungi adalah Diamond di Palembang Trade Center, Jalan R Soekamto, dan Carrefour di Jalan POM IX Kampus. Palembang Icon Mal juga disambangi Wawako dan tim inspeksi.

“Sidak ini untuk mengantisipasi produk makanan dari luar yang masuk ke Palembang dan terindikasi tidak bersertifikat resmi dan halal dari BPOM dan MUI,” ujar Wawako Fitrianti, kepada wartawan.

Saat mengunjungi Diamond, Fitrianti langsung mendatangi outlet produk mi instan produksi Korea dan Cina. Kedatangan wawako dan rombongan cukup mengejutkan karyawan Diamond.

Fitrianti mengambil sebungkus mi instan dan secara cermat memeriksanya. Fitrianti membolak-balik bungkus mi tersebut.

“Hasil sidak, ditemukan ada mi instan produksi Korea dan Cina itu tidak berlabel halal,” ujar Fitrianti.

Parahnya, produk mi instan tersebut diletakkan berdampingan dengan produk makanan sejenis produksi lokal yang sudah bersertifikat halal dari MUI.

Finda mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan jeli mengkonsumsi makanan produk luar.

Kepada pengelola ritel Diamond, Fitrianti mewanti-wanti agar menyediakan space khusus, tersendiri untuk produk makanan dari luar yang belum berlabel halal.

“Juga harus mencantumkan keterangan tentang produk tersebut. Mayoritas masyarakat Palembang kan muslim. Jadi kita imbau pengelola untuk siapkan space khusus untuk produk yang diragukan kehalalannya,” katanya.

Ketua MUI Palembang, Saim Marhadan, juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan maraknya produk makanan dari luar yang masuk ke Kota Palembang.

Apalagi, produk makanan tersebut belum bersertifikat halal dari MUI, sehingga diragukan kehalalannya.

“Perusahaan makanan tersebut harus mendaftarkan produk mereka ke MUI untuk mendapatkan label halal produk mereka,” ujar Saim.
Hal yang sama juga berlaku bagi produk lokal. Untuk bisa dijual di pasaran, produk lokal harus berlabel halal dari MUI.

Saim meminta pemerintah membuat aturan jelas soal produk-produk yang masuk ke Kota Palembang.

Karena, selama ini aturan tersebut belum ada, dan hanya berdasarkan pengajuan untuk melakukan uji kelayakan produk, serta pendaftaran ke MUI untuk menyatakan produk tersebut layak konsumsi.

“Ke depan harus dipisahkan, mana yang halal mana yang tidak halal jadi masyarakat tidak bingung,” ujar Saim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here