Home Pilkada sumsel Minimal Dua Kali Debat Paslon Tunggal Melawan Kotak Kosong

Minimal Dua Kali Debat Paslon Tunggal Melawan Kotak Kosong

PRABUMULIH – Sebagai salah satu daerah pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 yang hanya memiliki satu calon Wali Kota (wako), tentu akan menghadapi situasi yang sedikit berbeda dibanding daerah lainnya. Salah satu yang berbeda ada sistem debat kandidat yang rencananya akan dihelat dua kali dalam kurun waktu bulan April dan Juni. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Prabumulih, H Dinerson SH MH saat disambangi Simbur di ruangannya, Kamis (22/2).

Menurutnya, secara umum persiapan Pilwako sampai saat ini KPU sudah melakukan tahapan-tahapan sesuai dengan agenda yang sudah ditetapkan diĀ  Peraturan KPU nomor 1/17. Dan, saat ini sudah memasuki masa kampanye terhitung 15 Februari sampai 23 Juni 2018.

Dalam kurun waktu itu kata Dinerson, akan ada beberapa kegiatan besar yang akan dilakukan diantaranya zikir bersama dan debat kandidat yang dilakukan antara April dan Juni minimal dua kali. Dua agenda itulah yang sedang kami sosialisasikan.

“Terkait dengan kotak kosong, debat akan dilakukan dengan format yang berbeda dengan biasanya. Kandidat akan langsung berhadapan dengan panelis dan tidak menutup kemungkinan dengan audien. Namun, sistem audien itu mungkin dengan cara masyarakat bisa menyampaikan surat ke KPU untuk diteruskan moderator kepada kandidat saat debat berlangsung,” jelasnya dan menegaskan jika hal itu harus diterapkan, karena pemilu ataupun pilkada penuh dengan tahapan yang sudah terstruktur dan tidak satupun boleh dilewatkan.

Terkait pemilih pemula, Dinerson mengatakan jika sejak awal KPUmelakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Karena dari hasil survey lanjutnya, pemilih pemula di Prabumulih tergolong banyak. “Namun jangan salah, pemilih pemula bukan hanya anak sekolah yang masuki usia 17 tahun, banyak juga yang sudah tua. Contohnya, anggota Polisi atau TNI yang baru saja pensiun. Secara otomatis, mereka termasuk dalam kategori pemilih pemula,” paparnya.

Terkait potensi kedekatan KPU dengan Paslon tunggal, dijelaskan Dinerson ibarat jauh tapi dekat, namun dekat tapi jauh. Dikatakan jauh karena KPU harus mengurusi paslon. Dikatakan dekat karena KPU dilarang untuk berpihak. “Kami harus berjalan di rel yang sudah ditentukan. Walaupun raga dekat tetapi tetap ada garis pembatas. Kami bertugas untuk melayani dan memfasilitasi,” ujarnya.

Beberapa masyarakat menganggap bahwa kerja KPU Prabumulih termasuk ringan karena hanya satu calon. namun bagi KPU Prabumulih memang untuk porsinya itu terlihat ringan, hanya saja secara tahapan tetap sama beratnya dengan wilayah lain. “Secara teknis tetap sama, namun mungkin ada beberapa (sistem) yang berbeda sesuai dengan instruksi dari pusat,” sanggahnya.

Dalam sosialisasi, hal yang pertama dihimbau kepada masyarakat adalah miliki KTP, cek apakah sudah terdaftar. Selain itu, KPU juga memaksimalkan sosialisasi agar masyarakat mau berbondong-bondong untuk menyalurkan hak suaranya. Soal pilihan untuk kembali ke konstituen.

“Harapan kami pilkada berlangsung damai dengan hasil yang baik. Baik disini berarti pemimpin yang terpilih sesuai dengan hati nurani rakyat. Selain itu, penyelenggara (KPU) juga aman,” pungkasnya. (Bakron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here