Home Ilir Barat II Pembentukan UPZ Oleh Baznas Palembang

Pembentukan UPZ Oleh Baznas Palembang

SUMSEL NEWS-Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Palembang mengadakan sosialisasi sekaligus melaksanakan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk dua Kecamatan. Acara ini di selenggrakan di Kantor Camat Ilir Barat II, Palembang, Senin (17/4).

Tarmizi, MM, wakil Ketua Baznas Kota Palembang mengatakan kegiatan yang di laksanakan pada hari ini, adalah untuk membentuk UPZ untuk pengurus Masjid Jamik Kecamatan Gandus dan pengurus Masjid besar di Kecamatan Ilir Barat II.

“Tujuan pelaksanaan sosialisasi kepada para peserta UPZ ini adalah untuk mensosialisasikan peraturan perudang-udangan Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan satu itu di kenakan 10 %, untuk PNS golongan dua it di kenakan zakat 20 % dan untuk PNS golongan tiga dan empat di kenakan zakat 2,5 % sesuai dengan penghasilannya setiap bulan,”katanya.

Sedangkan menurut Ketua Baznas Kota Palembang, Drs. M. Saim Marhadan, mengucapkan terima kasih kepada para peserta sosialisasi UPZ yang hadir di kantor Camat Ilir Barat II. Pengurus Masjid Jamik, pengurus UPZ Ilir Barat II, pengurus UPZ Kecamatan Gandus, Sekretaris UPZ Kecamatan Gandus dan pengurus Masjid Mahmuddiyah Kecamatan Ilir Barat II.

“Lembaga pengelolaan zakat menurut UU No. 23 tahun 2011 terdiri dari Baznas Nasional, Baznas tingkat pusat, Baznas tingkat Provinsi dan Baznas tingkat Kota / Kabupaten di sebut Baznas Kota / Kabupaten. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat Pusat, tingkat Provinsi, tingkat Kota / Kabupaten di bentuk oleh Baznas Nasional.  Lembaga Amil Zakat yang mendapat rekomendasi dari Baznas Nasional, Provinsi dan Kota / Kabupaten. Dan menurut peraturan ini ada larangan dan ketentuan pidananya. Setiap orang di larang dengan segaja bertindak selaku amil zakat, melakukan pengumpulan, pendistribusian atau pendayaangunaan zakat tanpa izin pejabat yang berwenang. Dan setiap orang dengan segaja dan melawan hokum, melanggar ketentuan sebagaimana di maksud pasal 38, di pidana dengan kurungan paling lama satu tahun, dan atau pidana denda paling banyak Rp.50.000.000 ( Lima Puluh Juta Rupiah),”ungkapnya.

Setelah melaksanakan pengukuhan pengurus UPZ untuk dua Kecamatan, lanjutnya, maka setiap peserta sosialisasi ini UPZ di Kantor Camat ini, harus juga mensosialisasikan hal ini kepada pengurus masjid yang lainnya.

“Dengan mensosialisasikan hal ini kepada pengurus masjid lainnya, kita harapkan pengurus masjid mendapat pengetahuan mengenai UPZ. Untuk PNS golongan tiga dan empat yang gajinya Rp. 3 – 4 juta hanya di potong setiap bulannya Rp.125.000 / PNS dan di kalikan jumlah PNS yang berada di Kota Palembang ini dan ditambah dengan PNS golongan satu dan dua yang di kenakan 10 – 20 % dari gajinya itu di sebut Infak, bukan zakat. Dengan cara ini, semoga saja, masyarakat yang kurang mampu mendapatkan manfaat dan semoga saja dapat menuju kemakmuran,”katanya.

Dan menurut Camat Ilir Barat II, Abdul Halim Machmud, SE,MM, menyambut baik sosialisasi UPZ, Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Palembang di aula Kantor Camat Ilir Barat II.

“ Seharusnya acara ini akan di buka oleh Wakil Walikota Palembang. Karena ada urusan yang mendesak, jadi beliau tidak bisa hadir. Di ucapkan terima kasih kepada para peserta sosialisasi UPZ untuk dua Kecamatan Ilir Barat II dan Kecamatan Gandus yang telah hadir di kantor kita ini. Dengan adanya UPZ ini kita berharap, semoga masyarakat yang kurang dapat terbantukan dan dapat memenuhi perekonomiannya. Dengan mengucap Bismillah acara sosialisasi Unit Pengumpulan Zakat (UPZ), Badan Amil Zakat Nasional Kota Palembang saya buka,”ujarnya. (ajib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here