Home Sumsel Muba Pemkab Muba Gelar Rakor Karhutbunlah

Pemkab Muba Gelar Rakor Karhutbunlah

0

SEKAYU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muba Mencatat sepanjang tahun 2018 ada sekitar 380 Hektar wilayah yang masih sering terjadi
Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah)

“Dari data yang ada kondisi lahan dan kerawanan kebakaran di Bumi Serasan Sekate sendiri memiliki luasan 14.477 kilometer persegi terdiri luas kawasan hutan 53.792 Ha, Perkebunan 164.993 Ha, Lahan Pertanian 45.391 Ha, luas lahan lainnya ada 121.538 Ha, dan luas lahan gambut sebesar 262.000 Ha dengan tersebar di 15 kecamatan”kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Muba, Indita Purnama S.Sos,Kamis (14/3).

Diaktanya, dari data tersebut yang menjadi prioritas dalam menghadapi pencegahan Karhutlah tahun ini di tahun 2019.

“saat ini masih masuk musim penghujan, hanya saja diprediksi akhir Mei memasuki musim kemarau. Oleh sebab Pemkab Muba bersama pihak terkait menggelar rakor pencegahan Karhubunlah untuk diadakan persamaan program dalam pencegahan dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa dengan support perusahan-perusahaan yang beroperasi di Muba. Sebab, dari data yang ada dikita, sepanjang tahun 2018 sendiri luasan lahan terbakar mencapai lebih kurang 380 Ha,”Terangnya.

lebih jauh Indita menerangkan Jumlah luasan, wilayah yang menjadi pritoritas pencegahan seluas 380 Ha yang tersebar di 7 kecamatan ini diantaranya yakni di Kecamatan Bayung Lencir sebesar 200 Ha, Sanga Desa capai 130 Ha, Babat Supat 20 Ha, Babat Toman 13 Ha, Sekayu 10 Ha, Lais 5 Ha, dan terakhir di Kecamatan Keluang 2 Ha.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi menambahkan, upaya pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran hutan dan lahan ini merupakan tugas utama dan program strategis yang menjadi tanggung jawab semua.

“Artinya, bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab, melainkan seluruh lapisan elemen masyarakat, perusahan dan stakeholder yang ada,” kata Beni

Karena, Muba sendiri salah satu daerah merah yang perlu jadi perhatian dalam pencegahan karhutbunlah sehingga tidak menimbulkan bencana asap.

“Kita ingat tahun 2015 lalu, bencana asap mengakibatkan kerugian sangat banyak dalam beberapa bidang .Kita tidak ingin terulang lagi, mari bersama-sama mewujudkan zero hotspot,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here