Home Nasional Haris Jauhari : Verifikasi Perusahaan Pers, Dewan Pers Lampaui Kewenangan

Haris Jauhari : Verifikasi Perusahaan Pers, Dewan Pers Lampaui Kewenangan

0

SumselNews.com DEPOK – Verifikasi terhadap perusahaan media dan organisasi wartawan yang di lakukan oleh Dewan Pers (DP) dianggap telah melampaui batas kewenangan dan tugas pokok yang di amanatkan oleh Undang – Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Menurut Haris Jauhari, Mantan Ketua Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI), yang juga salah satu tokoh sentral yang meloloskan IJTI menjadi konstituen Dewan Pers hingga saat ini, bahwa Dewan Pers sudah kebablasan.

Hal ini diungkapkan Haris Jauhari saat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wartawan Online (IWO) ke 1 yang di gelar di Village Shekinah Depok Jawa Barat pada 11-12 Maret 2019.

Menurut Haris, penjelasannya lebih menekankan pada polemik implementasi UU PERS No 40 Tahun 1999, Produk peraturan-peraturan Dewan Pers yang dinilai rancu, dan korelasi idealisme wartawan dan industri.

“Substansi UU pokok Pers sebenarnya menjelaskan dua poin, yaitu tentang organisasi Wartawan, dan organisasi Perusahaan Pers” jelas Haris.

Sehingga, menurutnya, produk Dewan Pers tentang uji kompetensi wartawan (UKW) yang sering ramai diperbincangkan dinilai tidak tepat.

“Dewan Pers mestinya mendidik, dan mengayomi Wartawan sesuai amanah UU Pokok Pers. Inikan mendidik tidak pernah, melatih tidak pernah tiba-tiba menguji wartawan, kan rancu dan mubazir” katanya.

Selain itu, Haris juga menekankan bahwa Dewan Pers Sebenarnya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan verifikasi terhadap organisasi dan perusahaan pers.”Sesuai amanah UU Pers, tugas Dewan Pers itu mendata bukan memverifikasi” ujar Haris.

Terkait idealisme Wartawan, Haris menjelaskan bahwa terkikisnya nilai idealisme Jurnalis diawali ketika Media TV yang eksis saat itu mulai memasuki ranah bisnis.

“Idealisme Wartawan mulai menghilang saat itu, sebab Industri pada dasarnya memang tidak bisa sejalan dengan idealisme” kata Haris.

Haris pun menjelaskan bahwa ke depan, orang-orang akan cenderung lebih mempercayai karya karya secara individual dari pada perusahaannya.”Sehingga ini akan memunculkan karakter – karakter individu yang terpercaya” tegas Haris.

Rakernas IWO) yang ke 1 dengan mengusung tema“Masa Depan Wartawan di Era Industri 4.0”menghadirkan beberapa narasumber handal dan profesional untuk mengisi beberapa sesi acara diantaranya yaitu:

1. Rusti Herlambang, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, yang juga berkantor di Malaisya.
2. Edy Fajar, Enterpreuner muda dan Influencer, yang kreatif di dunia online
3. August Parengkuan, Ketua Dewan Penasehat IWO yang juga mantan Wartawan senior di Kompas Group dan mantan Duta Besar Italia.
4. Casmo Tatalitova, Wartawan Era Sukarno dan juga mantan Ketua Wartawan Istana Presiden RI tahun 1979 hingga tahun 2003.
5. Ibnu Majah, Doktor muda, pakar dunia pers, yang juga sempat menjadi saksi ahli dalam perkara gugutan terhadap Dewan Pers beberapa waktu lalu.
6. Lia, Wartawan yang menguasai 13 bahasa negara dunia dan pernah menjadi Wartawan internasional, Media Reuters, yang bermarkas di London Inggris.(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here