Home Sumsel Muba Dendam, Motif Pelaku Menghabisi Nyawa Korban Tewas di Desa Tanjung Kerang

Dendam, Motif Pelaku Menghabisi Nyawa Korban Tewas di Desa Tanjung Kerang

0

SEKAYU – Tidak membutuhkan waktu lama, Jajaran Polres Muba dipimpin langsung Kasat Reserse AKP Deli Haris, berhasil menangkap tiga pelaku pembunuhan korban tewa yang ditemukan di Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (9/6/2019) lalu, atas nama Raja Putra (18) dan Aldi Apriyansyah (15).

Ketiga pelaku yang diamankan yakni Riki Martin alias Bongkeng (18) dan Muhammad Rafli (17) yang merupakan warga Desa Gajah Muda Kecamatan Babat Supat, sementara satu pelaku atas nama Virgo Ferdiaz Hovaldo (16) warga Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat diserahkan langsung oleh pihak keluarga pada pukul 12.00 Wib siang tadi.

“Dalam waktu 8 jam setelah jenazah kedua korban ditemukan di Desa Tanjung Kerang dua pelaku berhasil ditangkap, dan satu pelaku diserahkan langsung oleh pihak keluarga,” ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris dan Kapolsek Babat Supat Iptu Marzuki, saat menggelar konferensi pers, di Halaman Mapolres Muba, Selasa (11/6).

Kapolres menerangkan penagkapan
para pelaku ini diamankan secara berurutan, dimana pelaku Riki Martin dan M Rafli ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Pilips IV Kecamatan Babat Supat, Senin (10/6/2019) lalu. Sedangkan pelaku Virgo Ferdiaz Hovaldo menyerahkan diri ke Polres Muba diantar oleh pihak keluarga beserta Kepala Desa Tanjung Kerang, sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (11/6).

“Dari hasil pemeriksaan, pembunuhan yang dilakukan para pelaku dilatarbelakangi dendam antara pelaku Riki Martin alias Bongkeng terhadap korban Aldi Apriyansyah. Ternyata Dendam itu berujung pada pembunuhan berencana yang dirancang oleh pelaku Riki Martin dengan mengajak kedua pelaku lainnya yakni Rafli dan Virgo.”terangnya.

Lanjutnya, rasa dendam tersebut, menurut keterangan pelaku berawal dari selisih paham kedua orang tua pelaku Riki dan korban Aldim. Dimana kedua orang tua pelaku dan korban sama-sama meminjam uang di bank sebesar Rp25 juta, namun saat pembayaran hanya orang tua Riki yang membayar, sedangkan orang tua Aldi tidak melakukan pembayaran.

“Saat ditanya oleh orang tua Riki, orang tua Aldi menjawab dengan perkataan kasar. Begitu pula saat pelaku Riki bertanya dengan korban Aldi, korban Aldi menjawab dengan perkataan kasar. Sehingga timbul dendam dan niat untuk membunuh,” bebernya.

Dari permasalahan tersebut, Selang beberapa waktu kemudian, tepatnya ahri Minggu (9/6/2019) ketiga pelaku bersepakat membunuh korban. Kemudian salah satu pelaku berkeliling desa dan melihat koban Aldi dan Raja tengah berada dirumah teman mereka. Sembari menunggu kedua korban pulang, pelaku Riki Martin membagikan senjata tajam kepada pelaku Rafli dan Virgo.

“Saat pelaku melintas itulah, pelaku Riki Martin yang merupakan otak pembunuhan langsung mengayunkan sebilah kayu kearah kedua korban saat berkendara yang menyebabkan keduanya terjatuh dari motor. Saat terjatuh, korban Raja tertimoa motor, sedangkan korban Aldi berusaha melarikan diri.Upaya korban Aldi melarikan diri gagak setelah berhasil ditangkap pelaku Rafli dan Virgo. Lalu, kedua korban dikumpulkan. “Saat itu, pelaku Riki melepaskan tembakan sebanyak satu kali kearah korban Aldi namun tidak kena karena kondisi gelap,” terangnya lagi.

Kemudian, Lanjut Andes, pelaku Riki menusuk korban menggunakan senjata tajam, lalu pelaku Riki menyuruh pelaku Rafli dan Virgo menusuk kedua korban hingga berkali-kali. Setelah keduanya meningga, ketiga pelaku menyeret tubuh para korban kedalam sungai kecil dan menutupinya dengan pelepah daun kepala sawit.

Lalu, pelaku Riki mengambil handphone kedua korban dan motor, terus meninggalkan korban begitu saja. Motifnya dendam antara pelaku Riki dengan korban Aldi dan Putra.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni saru buah senjata api rakitan, tiga buah senjata tajam, satu kunci T, dua buah penutup kepala, dua buah sepeda motor dan satu buah tas selempang.Ketiga pelaku dijerat Pasal 340 KUHP dan Pasal 365 KUHP Ayat (4) dan atau Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya seumur hidup,” imbuhnya.

Sementara, disinggung mengenai kepemilikan senjata api, Andes menyebutkan , senjata api dan kunci T yang dimiliki oleh pelaku Riki Martin berasak dari Jaso (pelaku Curat yang ditembak mati di Bengkulu pada 2018 lalu).

“Jaso ini merupakan Kakek pelaku Riki, saat diamankan senpi dan kunci T dikubur pelaku Riki. Kalau untuk pelaku Rafli, pernah masuk penjara karena kasus pencurian,” tukasnya.

Sebagai informasi, jenazah korban Raja Putra (18) dan Aldi Apriyansyah (15) keduanya warga Deaa Gajah Muda Kecamatan Babat Supat ditemukan oleh warga terbujur kaku dengan puluhan luka tusuk di dalam parit kebun sawit Phlip 3 Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat, sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (10/6/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here