Home Rillis Pemkot Pemkot Palembang Hidupkan Lagi Pasar Terapung

Pemkot Palembang Hidupkan Lagi Pasar Terapung

Wali Kota Palembang H.Harnojoyo lahap dan bersemangat memakan dua buah “kelepon” (onde-onde) di atas rakit, di Sungai Sekanak, Jumat (10/2/2017) sore.

Sesekali ia berbincang ringan dengan pedagang di hadapannya, yang duduk di perahu. Perahu itu isinya aneka makanan. Di sekitar rakit ada sekitar 7 perahu dan 10 pedagang. Mereka dari Karya Jaya, Kecamatan Kertapati.

Harnojoyo, yang didamping Sekretaris Daerah Kota Palembang Harobin Mastofa, Kepala Dinas Pariwisata Isnaini Madani, dan pejabat pemkot lainnya, juga menawarkan onde-onde ke wartawan.

Tawaran ini disambut “hangat” kuli tinta. Onde-onde di stoples plastik dari tangan Harnojoyo segera berpindah. Isi stoples berkurang banyak. Wartawan tertawa senang. Yang punya dagangan terlihat gembira.
Begitulah sekelumit gambaran saat Wali Kota Harnojoyo meninjau Pasar Terapung di Sungai Sekanak.

Sekian lama mati suri, Pasar Terapung kini dihidupkan lagi oleh Pemerintah Kota Palembang, melalui Dinas Pariwisata.

Saat ini ada sekitar 14 pedagang yang mulai wara-wiri di sungai yang dekat dengan kantor wali kota Palembang itu.

Mereka menjual, antara lain, sayur mayur, ikan, makanan ringan, dan kebutuhan lainnya.

“Ini Pasar Terapung Sungai Sekanak menjadi pilot project. Kalau berhasil, pasar terapung juga akan ada di setiap sungai di Palembang,” kata Harnojoyo, usai meresmikan yang ada,” jelas Harnojoyo usai meresmikan Festival Palembang Bingen dalam Bingkai Emas, di Balai Kota Palembang.

Ia menuturkan, di zaman bingen (dulu, red) Palembang terkenal dengan anak-anak sungainya, yang bermuara akhir ke Sungai Musi.

Selain sarana transportasi, sungai-sungai itu dimanfaatkan masyarakat Palembang bingen untuk berniaga.
Sayangnya, kini sebagian sungai-sungai di kota tertua di Indonesia ini tidak “normal” lagi.

Aliran airnya tidak lancar karena tersumbat sampah. Ada pula yang mendangkal karena lumpur. Sebagian tertutup bangunan. Lainnya tak jelas.

“Kalau sungai ada airnya, pasti akan bisa dilalui untuk jadi sarana transportasi. Ini bisa jadi destinasi, tujuan wisata. Apalagi kita akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” kata Harnojoyo pula.

Karena itu, Harnojoyo melanjutkan, kegiatan gotong royong yang Pemkot Palembang lakukan tiap Minggu di seluruh penjuru Palembang, selain sebagai upaya menjaga kepedulian akan lingkungan, juga upaya menjadikan sungai-sungai di Palembang normal lagi.

“Kita ingin mengembalikan masa kejayaan dulu. Di mana sungai-sungai di Palembang bisa dilewati perahu dan menjadi denyut nadi ekonomi warga Palembang,” kata Harnojoyo.

Sebagai pilot project Pasar Terapung, Harnojoyo tak menampik bahwa Sungai Sekanak masih banyak kekurangan dan perlu dibenahi. Mulai dari kondisi air sungai yang masih kotor, dan sosialisasi Pasar Terapung yang belum gencar.

“Sambil berjalan akan terus kita perbaiki,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan, Pasar Terapung memang dibidik sebagai salah satu tujuan wisata, karena sarat sejarah dan, jika ditata dengan baik. akan memberikan dampak ekonomi baik masyarakat.

“Sementara ini kita fokus pembenahan di Sungai Sekanak. Pasar Terapung ini kita perbaiki secara bertahap,” kata Isnaini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here