Home Palembang Program Kemitraan Masyarakat Instalasi Listrik

Program Kemitraan Masyarakat Instalasi Listrik

SUMSELNEWS – Tingginya angka kebakaran yang terjadi karena konsleting listrik di Kota Palembang  menjadi latar belakang kegiatan program kemitraan masyarakat yang di selenggarakan oleh tim dari Fakultas Teknik Universitas Muhamamdiyah Palembang.

Program kemitraan di danai oleh Kemenristek-Dikti Tahun 2017. Program ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran karena konsleting listrik dengan meningkatkan pemahaman mengenai instalasi listrik yang baik dan aman, serta pemanfaatan peralatan listrik yang ada di rumah mitra.

Pelaksanaan  program dimulai pada bulan April hingga November 2017 bertempat di RW 01 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus, dan di RW 04 Kelurahan 5 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang.  Dipilihnya kedua RW (mitra) ini karena tingginya jumlah rumah yang berpotensi kebakaran, menggunakan instalasi listrik yang berunur lebih dari 20 tahun, lokasi rumah yang berada di jalan atau gang sempit yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, Jumat (8/12)

Metode yang dipergunakan adalah dengan pembuatan prototype  instalasi listrik yang benar dan aman, pelaksanaan program yang dibagi dalam 4 (empat)  tahapan kegiatan yaitu (1) survey dan pembuatan peta mitigasi kebakaran (2) sosialisasi peralatan-peralatan listrik rumah tangga (3) workshop dan pembuatan prototype instalasi listrik (4) Pendampingan perbaikan instalasi listrik.

Tahap pertama survey untuk peta mitigasi dilakukan dengan melibatkan warga, pemuda karang taruna, mahasiswa prodi Teknik Sipil dan para ketua RT.

Survey yang dilakukan berupa pengukuran lebar akses jalan dan gang RW, klasifikasi rumah penduduk permanen, semi dan non permanen, material atap dan dinding rumah warga, sumber air yang tersedia.  Peta mitigasi dibuat dan disosialisasikan kepada para ketua RT dan tokoh masyarakat mitra untuk dipergunakan sebagai acuan warga mengatasi kerentanan akan bahaya kebakaran di lingkungan mitra.

Pelaksanaan kegiatan survey pembuatan peta mitigasi cukup  terbantu dengan adanya aplikasi Google Maps, namun sambutan hangat dan partisipasi warga serta ketua RT/RW, mengantar mengelilingi wilayah RW menghilangkan rasa lelah dan penat tim, selama  survey berlangsung yaitu 2-3 hari.

Sosialisasi peta mitigasi mendapat sambutan baik, warga mitra dibagikan selebaran dalam kertas artpaper berwarna untuk dibawa pulang, dan khusus ketua RT dan RW diberikan peta mitigasi yang telah dibingkai dengan ukuran A3 dan A2, untuk dimanfaatkan dan dipajang di lokasi mitra.

Langkah selanjutnya sosialisasi peralatan-peralatan listrik yang umum digunakan masyarakat seperti setrika, pompa air, kulkas, televisi dan lainnya, materi selain dipaparkan juga disediakan dalam bentuk leaflet untuk dibawa pulang.

Sosialisasi menjelaskan besarnya daya listrik yang dipergunakan oleh setiap peralatan, dalam berbagai kondisi pembebanan. Mitra juga diajarkan cara menghitung konsumsi energi listrik (kWh) dari peralatan rumah tangga, dengan mengalikan daya listrik peralatan dan lama penggunaannya dalam jam.

Tahap ketiga workshop dan pembuatan prototype instalasi listrik, workshop mengenalkan peralatan dan komponen instalasi listrik mulai dari cara memilih komponen listrik yang baik dan ber-SNI, cara pemasangan dan pemeliharaannya. Workshop instalasi juga memberikan contoh-contoh phisik peralatan yang peralatan yang baik ber-SNI dan yang tidak ber-SNI.

Jenis kabel instalasi juga dibahas pada workshop mengingat banyak kabel yang dipergunakan di rumah mitra berupa kabel optik yang seharusnya hanya dipakai untuk audio.

Prototype instalasi listrik dibuat bersama warga berdasarkan prototype contoh yang telah dibuat oleh tim. Prototype di lengkapi dengan kWh meter, stop kontak, saklar, fitting lampu, kabel listrik, T-dos, pipa PVC dan lampu. Pembuatan prototype dengan metode learning by doing untuk mendapatkan hasil workshop yang terbaik. Prototype yang telah selesai diujicoba dengan mengalirkan listrik dari PLN.

Untuk peningkatan pemahaman akan terjadinya konsleting listrik karena kelebihan beban, tim pengabdi telah membuat protptype pembebanan listrik menggunakan MCB 2 A berbeban lampu dan setrika dan diujicoba bersama mitra. Akhir dari program kemitraan masyarakat instalasi listrik adalah melakukan evaluasi terhadap perbaikan instalasi listrik yang telah dilakukan warga serta pemdampingan, program dilaksanakan setelah lebih kurang 1,5 bulan dari kegiatan pembuatan prototype dengan harapan sudah cukup waktu bagi mitra melakukan evaluasi dan perbaikan. Hasil survey dilapangan didapatkan pada RW 04 kelurahan 5 ilir warga mitra yang menghadiri dan mengikuti 90% telah melakukan evaluasi instalasi listrik secara mandiri, namun belum memperbaiki instalasinya karena terkendala waktu dan keuangan; 1 rumah warga sudah mengganti saklar dan stop kontak yang usang; dan 1 sekolah didampingi untuk penggantian kabel dan perbaikan instalasi listriknya. Di RW 01 Kelurahan 36 Ilir didampingi pemasangan instalasi listrik 1 rumah baru, dan 1 rumah penduduk untuk perbaikan stopkontak yang sudah terbakar dan saklar yang tidak dapat berfungsi lagi.

Pembuatan protptype dan workshop instalasi yang benar dan aman merupakan kegiatan ditunggu-tunggu warga mitra, kehadiran mitra pada kegiatan sekitar 20-25 orang baik laki-laki dan perempuan dengan berbagai profesi buruh, pedagang, pegawai, ibu rumah tangga, pemuda, mahasiswa dan tim kesehatan kelurahan.

Membuat prototype dengan pekerjaan phisik diawali dengan pembagian kuisioner untuk mengetahui tingkat pemahaman warga, begitu juga setelahnya. Banyaknya warga yang ingin mencoba dan terlibat dalam pembuatan protype, pertanyaan yang diajukan selama pembuatan dan sesi diskusi cukup banyak, sehingga dapat dinilai bahwa kegiatan ini telah berjalan dengan baik dan sukses. Pendampingan perbaikan dan evaluasi instalasi listrik program kemitraan masyarakat ini dilakukan oleh tim pengabdi dan mahasiswa teknik elektro sebagai akhir kegiatan program kemitraan masyarakat.

Semoga program ini dapat bermanfaat dan dapat dilanjutkan dengan melibatkan instansi terkait. Tim pengabdi program kemitraan masyarakat Erliza Yuniarti, S.T., M.Eng, Ir. Mira Setiawati, M.T, Ir. Abdul Majid, M.T, mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenristek-Dikti, Rektor UM Palembang Bapak Dr. Abid Djazuli, M.M,  Ketua RW 04 Kelurahan 5 Ilir Palembang Bapak H Syailani, S.E., M.Si, Ketua RW 01 Kelurahan 36 Ilir Palembang Bapak Fauzi Abdul Muis, seluruh warga mitra dan semua pihak telah membantu. (ajib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here