Beranda Sumsel Baturaja Janda Malang 25 Tahun Berpisah dari Anak – Anaknya, Terdampar di Makarti...

Janda Malang 25 Tahun Berpisah dari Anak – Anaknya, Terdampar di Makarti Jaya

0

SumselNews.com BATURAJA – Kehidupan mbah Bonikem yang sudah berusia 79 tahun sangat memprihatinkan, terlebih lagi semenjak sang di tinggal sang suami untuk selama – lamanya pada tahun 2002 yang silam.

Mbah Bonikem yang merupakan warga Blok B desa Makarti Jaya Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara dan sudah puluhan tahun terpisah dari ke 5 anak anaknya.

“Sudah 25 Tahun nggak ketemu anak – anak, dulu waktu saya tinggal suami merantau, berselang satu tahun saya nyusul bapaknya anak – anak. Waktu di tinggalkan  anak – anak masih kecil, dan merrka tinggal dengan bibiknya di Jakarta”ungkap mbah Bonikem seraya berharap dapat bertemu kembali dengan anak – anaknya

Dia menuturkan dari hasil jerih payah Mbah Bonikem di Desa Makarti Jaya membeli aatu unit rumah papan berukuran 6×6 meter berlantai tanah yang di tinggali saat ini.

“Semenjak saya tinggal kan 25 tahun silam hingga kini tidak pernah bertemu  lagi dengan anak – anak, yang tertua namanya Selamet, kedua Sani, ketiga Bani, ke empat Narti dan yang paling kecil Sutinah,”ungkapnya sedih.

Diakuinya, saat di tinggal  kelima anak – anaknya di asuh oleh dua orang berbeda, Slamet anak tertua dati pernikahan pertama di asuh oleh kakak kandung yang tinggal di Kota Surabaya. Dan ke empat anak dari pernikahan kedua di asuh oleh saudara dari suami di Jakarta.

“Saya hanya bisa berharap ada keajaiban tuhan dapat mempertemukan dengan anak – anak,”ujarnya sambil meneteskan air mata.

Melihat kondisi mbah Bonikem yang tinggal sebatang kara, para tetangga pun ikut prihatin dan selalu memperhatikan,”Alhamdulillah kalau sekedar untuk makan, kami para tetangga lingkungan yang selalu membantu beliau, yang memang tidak punya apa – apa, “kata Ponijan salah seorang tetangga Bonikem.

Janda lima anak ini bertahan hidup dari uluran tangan para tetangga, namun apa daya mbah yang pikun ini tidak tau alamat saudaranya, maupun saudara dari suaminya.

“Meskipun beliau tidak punya usaha, namun kami semua aelalu memperhatikan dan mencukupi keperluan mbah Bonikem, sedangkan untuk mencari tau dimana anak – anaknya pernah di coba ki sebarkan melalui media sosial namun belum membuahkan hasil,”kata Leo Cahrles tetangga Mbah Bonikem.

Sementara itu, Kepala Desa Makarti Jaya Wayan Suhada didampingi Sekretaris Desa Haidir Ruslienuturkan, pihaknya juga sudah berusaha mencari tau dimana keberadaan saudara dan anak – anak mbah Bonikrm yang malang.

“Beliau sudah tinggal di Makarti Jaya semenjak berdirinya Desa ini, namun kami tidak tau keberadaan keluarganya,  karena kedatangan nya di sini bukan sebagai peserta transmigrasi, jadi tidak tau asal usulnya,”kata Wayan.

Di singgung soal bantuan dari pemerintah untuk mbah Bonikem, Kades yang sudah dua periode ini tidak menampik,”Karena beliau sudah menjadi warga Makarti Jaya,  kami selalu memperhatikan dan selalu di daftarkan untuk mendapat bantuan, zaman bantuan BLT beliau selalu dapat,  tapi sayangnya setelah BLT tidak ada lagi nama beliau dari penerima bantuan hilang,”terang Kades.

Haidir Rusli menambahkan, untuk tahun ini Mbah Bonikem kembali di daftarkan sebagai salah satu penerima bantuan,”Tahun ini kami daftarkan lagi, tapi entah hasilnya nanti, tapi kami atas nama pemerintah desa sudah berusaha untuk mbah Bonikem,”kata Haidir.

Pihaknya berharap ada uluran tangan dari Pemerintah baik itu terkait mempertemukan mbah Bonikem dengan anak anak nya, maupun bantuan dari Pemerintah.

“Kami atas nama Pemerintahan Desa Makarti Jaya berharap ada pihak yang dapat membantu mbah Bonikem bertemu anak – anaknya, dan bantuan untuk kehidupan mbah Bonikem,”pungkasnya. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here