Home Prabumulih Polisi Bongkar Industri Rumahan Pembuat Ekstasi di Prabumulih

Polisi Bongkar Industri Rumahan Pembuat Ekstasi di Prabumulih

Polisi Bongkar Industri Rumahan Pembuat Ekstasi di Prabumulih
Polisi Bongkar Industri Rumahan Pembuat Ekstasi di Prabumulih

PRABUMULIH – Polres Prabumulih berhasil membongkar industri rumahan narkotika jenis ekstasi di sebuah rumah Jalan Sri Kandi, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat, Jumat (1/3) lalu. Dalam kesempatan itu, turut diamankan Rismadi (38 tahun) yang kedapatan sedang membuat ekstasi secara manual di lokasi tersebut.

Selain mengamankan Rismadi (38), warga Jalan Tromol RT06 RW01 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, polisi juga mengamankan barang bukti berupa puluhan butir narkotika yang diduga ekstasi.

Kemudian, peralatan pembuatan ekstasi di antaranya satu set alat cetak ekstasi, dua alat pencetak logo berikut satu buah piring serbuk warna pink dan satu unit handphone merk Nokia warna hitam milik pelaku.

Barang bukti diduga ekstasi yang turut diamankan dari tersangka (Urban Id)

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk mengatakan, dalam melakukan aktivitas produksinya, tersangka Rismadi berperan sebagai pekerja. Sedangkan satu pelaku diduga pemilik bisnis industri rumahan ekstasi tersebut inisial BY masih dalam pengejaran polisi.

“Jadi ini merupakan industri rumahan kecil-kecilan pembuatan pil ekstasi. Omzetnya cukup besar dan peminatnya juga banyak,” katanya, Selasa (5/3).

Menurutnya, berdasarkan hasil keterangan dari tersangka Rismadi, industri rumahan ini bisa menghasilkan lebih dari 27 butir pil ekstasi dalam satu jam produksi. Meski demikian, sebelum berhasil diedarkan banyak, gerak gerik para pelaku di rumah tersebut terlebih dulu dibekuk aparat.

“Satu butir, mereka menjual ke konsumen Rp30 ribu. Pengakuan mereka baru memulai usahanya,” kata Tito.

Atas perbuatannya, kata Tito, pelaku akan dikenakan pasal 112 dan 113 UU nomor 35/2009. Tentang tindak pidana narkotika dengan ancaman kurungan paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara di hadapan petugas, pelaku Rismadi mengaku baru satu kali membuat narkotika jenis ekstasi. Bahan utama membuat ekstasi yakni menggunakan prokol dan dicampur dengan bahan lainnya. “Saya Cuma bagian cetak, sememntara yang lainnya dilakukan oleh BY,” katanya.(URBAN.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here