Baturaja

JA “Tantang” Panwaslu Soal Cegah Politik Uang dan Isu Sara

SumselNews.com BATURAJA – Untuk menghasilkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berkualitas dan bersih dari Politik Uang dan Isu Sara, Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Drs Johan Anuar SH MM menantang Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat tanpa politik uang.

Johan Anwar menilai, maraknya praktek politik uang dan isu sara saat pelaksanaan Pemilu, akibat pihak yang menjadi wasit (Panwaslu) selama ini masih minim memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memberikan hak suara.

“Yang sering terdengar di telinga kita malahan istilah, “Ado duit kupilih, katik duit lemaklah kekebon,”ujar Wakil Bupati OKU Johan Anuar saat memberikan sambutan pada acara Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang Politisasi Sara untuk Pilkada 2018 Berintegritas yang digelar Panwaslu Rabu (14/2)

Dengan demikian kata JA sapaan akrab Wabub ini, pihaknya berharap pada Pemilu Gubernur yang akan di gelar pada 27 Juni 2018 mendatang, semakin sedikit masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya.

“Pada Pemilu ini, kita juga berharap agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani, bukan karena uang,  dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama karena rata-rata saat aelesai pencoblosan masih banyak surat suara tersisa, artinya masih banyak masyarakat yang belum memilih,”kata JA

Pihaknya brrkomitmen akan membantu semaksimal mungkin untuk menyukseskan perhelatan 5 tahunan tersebut,” yang berhasil itu pemilu yang damai, politik yang baik adalah politik yang bermartabat, dalam konteks inilah perlu disertai sosialisasi kepada masyarakat,”tegas JA.

Sementara itu, Panwaslu Kabupaten OKU Anggi Yumarta kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, hal ini bertujuan menguatkan kembali komitment panwaslu meminimalisir segala pelanggaran yang akan terjadi di perhelatan pilkada Juni mendatang

Anggi juga mengatakan jika politik uang dan sara ini menjadi momok besar bagi panwaslu, karena dua pelanggaran ini menjadi salah satu hal yang urgen dan harus di minimalisir. Siapapun yang akan terpilih adalah murni resprsentatif dari hati rakyat dari program-program kerja yang mereka.

Selanjutnya, kata Anggi kegiatan deklarasi yang dilakukan hari ini dilakukan secara serentak se Indonesia termasuk di OKU yang saat ini juga melakukan Pemilihan Gub & Wk. Gub 2018.

“Salah satu tujuannya adalah melakukan pencegahan sedini mungkin dan meminimalisir kemungkinan terjadinya Politik Uang & Politisasi SARA terjadi ditengah masyarakat pada saat pelaksanaan Pilgub ini,”jelasnya.

Dan hal ini juga sambung Anggi, merupakan salah satu langkah Pengawas Pemilu dalam hal pencegahan,  disadari bahwa Panwas tidak akan pernah bisa untuk melakukannya sendiri tanpa peran serta dari seluruh unsur lapisan masyarakat.

“Deklarasi ini salain bertujuan sebaga partisipatif masyarakat, juga sebagai literasi pendidikan politik bagi masyarakat untuk dapat berpolitik dengan baik, santun, cerdas dan berkeadilan,”tutupnya. (Herr/Red).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
istanbul evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat linux hosting seo ajansı atakum günlük kiralık daire sigara bırakma likit astropay toplu mail ankara kombi servisi ankara evden eve nakliyat petek temizliği
hasta yatağı bursa halı yıkama diyarbakır escort mersin escort istanbul escort düzce escort malatya escort