Palembang

AWAS! Bumil Kurang Gizi Picu Lahirkan Generasi Stanting 

SUMSELNEWS.COM – Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2013 penderita kekurangan gizi kronis atau stanting di kalangan balita sebesar 37,2% dan tahun 2015 sebesar 32 %, kekurangan gizi kronis atau Stanting pada balita bisa mengancam anak bangsa karena berdampak pada perkembangan otak yang mempengaruhi kecerdasan anak, anak yang kecerdasan rendah akan mengalami kesulitan pada saat mengikuti sekolah dan akan berdampak pada tumbuh kembang serta organ tubuh lain seperti jantung, pankreas, dll yang di bentuk pada 1000 hari kehidupan anak.

“ Proporsi Anak yang tingkat kecerdasan rendah lebih banyak di alami oleh anak stanting dibandingkan dengan anak normal karena mengalami hambatan perkembangan otak, stanting juga berpengaruh pada pembentukan organ tubuh lainnya seperti jantung, ginjal, pankreas, yang di bentuk pada 1000 hari kehidupan anak “ ujar Leader IMA World Health Ridwan Hasan.

Asupan gizi yang baik selama masa konsepsi sampai melahirkan dan menyusui sangat berpengaruh pada kesehatan dan perkembangan otak bayi, pola makan ibu hamil harus di perhatikan sejak trisemester pertama agar anak dapat lahir sehat sempurna, Ibu hamil di haruskan konsumsi asam folat yang tinggi dan vitamin mulai di trisemester pertama, pada trisemester kedua ibu sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung kalsium dengan makan sayuran, dan buah buahan. trisemester ketiga ditambah dengan konsumsi minyak ikan yang mengandung DHA.

“Janin di kandungan sangat bergantung pada gizi ibu karena sumber utamanya hanya berasal dari ibunya, sebaiknya ibu betul betul memperhatikan asupan gizi yang masuk ke tubuh sang ibu dengan memastikan asupan gizi mulai dari trisemester pertama” jelas dr Sarah Riska Sp.OG saat di hubungi reporter elshinta Anggun Prisma melalui sambungan telepon.

Kurangnya gizi pada pada masa kehamilan sangat beresiko bagi kesehatan bayi dan juga ibu.
“Kalau ibu kurang gizi, pertumbuhan janin bisa terhambat. Kenaikan berat badannya tidak sesuai dengan usia kehamilan,” kata dr.Sarah rizka, Sp.OG

Setelah melahirkan, penuhi hak anak untuk mendapatkan ASI eksklusif, minimal selama 6 bulan. Tidak ada makanan lain yang kandungan gizinya sebaik ASI. Dari segi fisik, ASI dapat menghindarkan anak dari pertumbuhan stunting. Sedangkan dari segi psikis, pemberian ASI selama dua tahun dapat menghindarkan anak dari kelainan kepribadian.

“1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode emas bagi tumbuh kembang seorang anak. Seribu hari pertama kehidupan ini terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Apa yang terjadi pada masa ini, termasuk nutrisi yang diterima oleh bayi saat dalam kandungan dan menerima ASI, memiliki dampak jangka panjang terhadap kehidupan saat usia dewasa, jika pemenuhan gizi anak tidak cukup, anak rentan akan berbagai penyakit, perkembangan otak anak terhambat dan beresiko mengalami stanting,” ujar Sarah.

Selain itu, bayi juga beresiko lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dengan bobot kurang dari 2.500 gram di usia kehamilan cukup bulan.

Lebih lanjut dikatakan, bayi yang BBLR sangat mungkin mengalami gangguan tumbuh kembang. Fungsi sarafnya berkurang atau lambat, sehingga kecerdasannya juga rendah,” katanya.

Bayi juga lebih rentan mengalami berbagai penyakit karena daya tahan tubuhnya rendah.

Untuk mencegah hal itu terjadi, ibu hamil harus memperbaiki pola makannya sejak merencanakan kehamilan dan memantau pertambahan berat badannya.

“Intinya makanan ibu hamil harus sesuai dengan prinsip gizi seimbang, “kata Sarah

Ia mengatakan selain zat gizi makro, seperti karbohidrat, lemak, protein, perlu diperhatikan pula kecukupan zat gizi mikro, misalnya vitamin dan mineral.

“Ada zat gizi khusus yang diperlukan selama kehamilan, yaitu kalsium, zat besi, asam folat, asam lemak seperti omega 3 dan 6, serta vitamin B6,” ujar dia.

Zat gizi tersebut bisa didapatkan dari mengonsumsi beragam makanan, lauk pauk, serta sayur dan buah-buahan. Ibu hamil juga sebaiknya cukup minum air putih dan membatasi makanan berlemak, dan menghindari makanan yang alergi oleh sang ibu.

Untuk ibu hamil yang susah makan karena mual dan muntah, Sarah mengatakan karena terpengaruh sugesti, di sarankan untuk konsumsi minyak ikan, walaupun agak amis tapi minyak ikan sangat baik untuk ibu hamil dan calon bayi selain itu juga ditambah dengan susu karena zat gizinya lengkap. “Susu juga praktis dan gizinya mudah diserap tubuh,” katanya.

Memberikan makanan yang baik, menciptakan situasi yang baik, menjaga anak di lingkungan yang baik, dan memberikan kasih sayang pada anak dengan pola asuh yang tepat adalah faktor penting yang harus diperhatikan dalam 1000 hari pertama kehidupan seorang anak. Inilah awal tumbuh kembang seorang anak yang akan berdampak pada kecerdasan dan kesehatannya di masa mendatang. (ANP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top