Ilir Barat II

Setiap Toko Satu Kotak Sampah

SUMSEL NEWS-Banyak anak-anak yang berbelanja di toko atau warung yang menjual makanan tidak menyiapkan kotak sampah. Dan ketika makanan atau minuman ini sudah di bukanya, maka sampahnya itu di buang begitu saja bahkan sampah tersebut masuk dalam drainase.

Lurah Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, Ahmad Jauhari, mengatakan hal ini kepada wartawan Sumselnews, di ruang kerjanya, di jalan Kemang Manis, Palembang, Selasa (10/10).

“Untuk kebersihan di wilayah kita ini terus di galakan. Apalagi pada hari Minggu warga ini kita ajak untuk bergotong-royong. Namun, sayangnya warga ini masih kurang kesadarannya, masih saja membuang sampahnya di belakang rumahnya. Dan ketika turun hujan, barulah ketahuan, sampah tersebut ikut hanyut dengan air hujan. Hendaknya sampah-sampah itu jangan di buang di pinggir rumah warga, Karena sampah tersebut tidak kelihatan dan tidak terangkut oleh petugas kebersihan. Hari ini kita bersihkan, besok sudah ada lagi sampahnya,”katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk setiap toko atau warung, tempat tersebut kotor. Sampah di tempat tersebut, cangkir dan botol aqua, makanan yang berkantong plastic.

“Seharusnya, setiap toko atau warung itu, menyiapkan kotak sampah. Dengan adanya kotak sampah di samping toko tersebut, maka, warga yang berbelanja minum aqua atau makanan akan membuang sampahnya di kotak sampah di warung tersebut. Juga pemilik warung tersebut berpesan kepada warga untuk membuang sampahnya jangan di jalan, tapi buanglah sampah tersebut pada tempatnya. Dengan demikian tempat ini kita akan bersih dari sampah,”ungkapnya.

Di tempat terpisah, Camat Ilir Barat II, A. Halim Machmud, melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Ilir Barat II, Agung Seprinoka, mengatakan, hendaknya setiap lurah, itu harus mengeluarkan surat edaran kepada pemilik toko atau warung, untuk menyiapkan tempat sampah. Dan kalau tidak mengeluarkan surat, hendaknya para lurah tersebut mendatangi satu-persatu pemilik toko atau warung makanan untuk menyiapkan tempat sampah.

“Kalau kita sudah mengeluarkan surat atau mendatangi satu-persatu pemilik toko atau warung, maka kita sebagai pemerintah sudah tidak salah lagi. Dan kalau juga para pemilik warung itu tetap saja tidak mengindahkan maka di buatkan surat teguran, supaya pemilik toko atau warung mau menyiapkan kotak sampah,”ujarnya. (ajib)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top