Baturaja

Warga Singapura Minta Kalangan di Jembatan Pengaringan Segera di Bongkar

SumselNews.com BATURAJA – Pasar tradisional sangat di butuhkan masyarakat pedesaan, yang menjadi pusat perbelanjaan dan wadah berputarnya perekonomian.

Namun terkadang keberadaan pasartradisional tersebut juga menambah masalah baru di tengah – tengah masyarakat itu sendiri, salah satunya pasar yang berada di pangkal jembatan Desa Pengaringan Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang di keluhkan warga Desa Singapura.

“Secara pribadi adanya pasar tradisonal (Kalangan) sangat setuju, tapi oleh karena tempatnya yang tidak tepat dan mengganggu pengguna jalan, lebih baik di pindahkan,”ujar Udin warga Desa Singapura yang tidak setuju adanya kalangan di jembatan Desa Pengaringan, pada Kamis (20/7).

Selain itu, bangunan sekitar 50 lapak los yang dibuat dari bahan kayu tersebut terlihat kumuh sehingga mengganggu pemandangan pengguna jalan karena terlihat kumuh jauh lebih layak dibandingkan pasar di Desa Singapura yang dibangun oleh pemerintah untuk kawasan berdagang.

“Pasar di Singapura lebih layak dan lahan parkir juga memadai sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. Mudah-mudahan pemerintah kecamatan setempat segera bertindak pasca menerima surat dai Bupati OKU untuk merelokasi pasar tersebut,”kata Udin.

ementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  Kabupaten OKU menunggu intruksi dari pihak terkait untuk segera menertibkan pasar liar di area jembatan Desa Pengaringan Kecamatan Semidang Aji yang dijadikan sejumlah pedagang kawasan berjualan.

Untuk penertiban pasar kalangan yang melanggar peraturan daerah (perda) di kawasan Desa Pengaringan kami masih menunggu informasi dari pihak PD pasar kapan pelaksanaannya, kata Kasat Pol PP OKU, Agus Salim melalui Kasi Trantib, Sopian.

Dikatakannya, pasar kalangan yang dibangun oleh pedagang secara semi permanen itu dinilai melanggar perda Kabupaten OKU karena berdiri di trotoar badan jalan dan berjarak sekitar lima meter dari jembatan penyeberangan Desa Pengaringan. “Di dalam perda sudah jelas melarang pedagang menggelar barang dagangannya di trotoar apalagi di kawasan jembatan,” tegasnya.

Namun kata dia, pihaknya tidak dapat langsung bertindak menertibkan pasar yang beroperasi setiap Rabu itu karena masih menunggu kordinasi dari PD Pasar Baturaja bersama Kepala Desa Pengaringan untuk merelokasi pasar pindah ke tempat berjarak 50 meter dari badan jalan umum.

“Kalau surat perintah dari Bupati OKU untuk merelokasi pasar belum kami terima mungkin baru di kecamatan. Namun gejolak protes keberadaan pasar oleh sejumlah warga Desa Pengaringan dan khususnya masyarakat dusun tetangga yakni Desa Singapura¬† setempat memang sudah kami dengar,” katanya.(Pah).

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top