Sports

KITAS Legiun Asing Sriwijaya FC Aman

Sekretaris Manajemen SFC Faisal Mursyid
Sekretaris Manajemen SFC Faisal Mursyid

SUMSELNEWS.com – Pihak manajemen klub Sriwijaya FC, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT. SOM) menjamin tiga pemain asing Sriwijaya FC aman dari pelanggaran prosedural. Para pemain asing Sriwijaya FC yang dikabarkan tidak memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Indonesia, hal itu sama sekali tidak benar.

Hal ini dikarenakan beredarnya kabar tentang beberapa pemain yang belum memiliki KITAS di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 hingga memasuki putaran kedua pekan ke-18 tersebut. Berdasarkan hasil survey Lembaga Penelitian dan Pengembangan Save Our Soccer (Litbang SOS) mayoritas pemain dan pelatih asing tidak memiliki KITAS, yang artinya operator pertandingan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) membiarkan para pekerja asing ilegal dan bertentangan dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 12 Tahun 2013 yang ditetapkan oleh negara.

“Kalau pemain asing kita tidak memiliki kendala soal KITAS. Semua pemain kita memiliki surat izin resmi disini,” kata Sekretaris Umum PT. SOM, Faisal Mursyid

Faisal menjelaskan bahwa legiun asing Laskar Wong Kito yakni, dua striker asing asal Brasil Alberto “Beto” Gonzalves dan Hilton “Thon” Moreira saat pulang ke Indonesia telah mengurus KITAS dari Malaysia. Sedangkan gelandang “pengangkut air” asal Korea Selatan, Yu Hyun Ko memiliki KITAS meski masih dalam proses perpanjangan.

“Nah kalau bek asing asal Brasil Mauricio Leal, walaupun baru pertama kali ke Indonesia. Saat dia resmi memperkuat SFC, KITAS-nya langsung diurus. Ia memiliki KITAS tapi sekarang masih dalam proses,  sekitar 2 bulan lagi selesai,”ujarnya.

Selain pemain asing, Sriwijaya FC (SFC) juga memakai pelatih fisik asing, yaitu legenda hidup Laskar Wong Kito Keith Kayamba Gumbs asal Saint Kitts dan Nevis. “Kenapa Kayamba telat datang ke Palembang di awal perekrutan. Karena dia tengah sibuk mengurus KITASnya,” jelas Faisal.

Dikabarkan ada 81 pemain dan pelatih asing yang keluar masuk tanpa dibekali KITAS. Dengan total, 64 pemain/pelatih asing menggunakan visa on arrival, 16 pemain/pelatih memakai visa kunjungan usaha, dan satu pemain tidak diketahui jenis visanya. Hal itu tentunya bertentangan dengan aturan bagi warga negara asing (WNA) yang hanya memiliki visa untuk kunjungan wisata berlaku selama 30 hari. Sedangkan KITAS memang diperuntukkan kepada WNA untuk izin menetap dan bekerja di Indonesia.

“Kita (Sriwijaya FC) selalu taat dengan administrasi, kami juga takut kedepannya apabila ada kendala soal verifikasi. Izin tinggal dan menetap adalah peraturan yang dibuat negara untuk WNA dan itu selalu kami indahkan” jelasnya lagi.(Donni)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top