Ogan Ilir

Ogan Ilir Jadi Lokasi Kunjungan Lapangan Kemenkes RI

SUMSELNEWS – Sedikitnya 30orang dari berbagai daerah seperti Sumut,Sumsel,Riau,Lampung, melakukan kunjungan lapangan dan pelatihan pengurangan resiko bencana internasional pusat krisis kesehatan Kementrian RI ke Kabupaten Ogan Ilir (OI),mereka disambut Sekda H Herman,Kadinkes OI Hj Siska Susanti dan kepala dibas dari berbagai skpd, Sabtu (11/6) di Perkantoran Terpadu Tanjung Senai

Para rombongan dipimpin langsung oleh  Ketua PKJA WHO CC Pusat Krisis Kemenkes RI Drg M Kamaruzzaman,menggunakan dua unit bis dari Palembang. Menurutnya kunjungan ke OI bertujuan untuk meninjau lapangan daerah mana yang lahannya kerap terbakar saat musim kemarau,selain itu sebagai bentuk sharing bagaimana cara mengatasi lahan yang kebakaran serta dampak asap yang ditimbulkan bagi kesehatan

“karena OI ini sering terjadi kebakaran lahan saaat kemarau,ya kita ingin tahu bagaimana mengatasinya,baik dari lahan yang terbakar serta hasil dari paparan asap yang menganggu kesehatan. Karena pemerintah di wilayah ini cukup bagus mengatasi asap sebagai wabah tahunan.Memang kita pelatihan di Palembang namun turun lapangan ke OI,”kata Drg Kamaruzzaman

Menurutnya, banyak yang beranggapan bahwa kebakaran hutan adalah karena kemarau yang panjang. Padahal, usaha manusia untuk membuka lahan pertanian baru untuk meraup keuntunganlah yang menjadi penyebab utamanya.

Selain menyebabkan terganggunya roda perekonomian, kabut asap juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Sekda OI H Herman mengatakan guna mengatasi kabut asap yang berbahaya tersebut pihaknya menyiapkan posko terpadu dari pemadaman asap seperti Dishutperbuntan, BPBD, Dinkes, Pemadam Kebakaran, Satpolpp dan sebagainya tergabung dalam posko kesehatan tim reaksi cepat untuk penanggulangan asap,selain itu instruksi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin  sebentar lagi diselenggarakan Asean Games sehingga diharapkan zero asap

Kadinkes OI Hj Siska Susanti menyebutkan bahwa ada beberapa macam gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat terpapar kabut asap, yaitu, iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, reaksi alergi, peradangan dan juga infeksi.

Mereka yang berusia lanjut dan anak-anak, juga mereka yang punya penyakit kronik dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan mendapat gangguan kesehatan.

Kabut asap juga memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sejenisnya.

“yang paling sering adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh, pola bakteri atau virus penyebab penyakit dan buruknya lingkungan. Namun kita terus berupaya untuk mengatasinya, mulai dari menyiagakan puskesmas,pustu dari kabupaten hingga kecamatan dengan memberikan pengobatan gratis, membagikan ribuan masker secara gratis,”ujarnya

Untuk melindungi diri dari risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, Hj Siska selalu menganjurkan kepada masyarakat agar  mengurangi aktivitas di luar rumah atau gedung, kalaupun terpaksa pergi ke luar rumah atau gedung maka sebaiknya menggunakan masker, banyak minum air putih.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top