Ruang Sidang

Lima Terdakwa, Terduga Korupsi Kota Prabumulih Dituntut 1,5 Tahun

PALEMBANG- Sidang yang digelar Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Palembang, Kamis (11/2), menghadirkan kelima terdakwa yang dijerat dengan pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan tentang UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHP.

Atas perbuatan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Muhammad Eddy SH, menjatuhkan tuntutan terhadap kelima terdakwa, Ferdiansyah SE Msi, Achmad Sobri SH, Drs H Abdul Latif MM, Drs H Nila Utama, Muslimin Jamir S,IP.MM, selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dan denda sebesar 50 juta rupiah subsider 3 bulan penjara.

“Menuntut para terdakwa  Ferdiansyah SE Msi, Achmad Sobri SH, Drs H Abdul Latif MM, Drs H Nila Utama, Muslimin Jamir S,IP.MM, selama 1 tahun dan denda sebesar 50 juta rupiah subsidair 3 bulan penjara” ujar Eddy.

Atas tuntutan ini, penasehat hukum terdakwa, Romaita SH dan Azriyanti SH menyampaikan akan melakukan pembelaan (Pleodi), ” mohon waktu satu minggu majelis, kami akan menyampaikan pembelaan” terang Romaita.

Atas permohonan tersebut, sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Saiman SH MH, mengabulkannya dan menunda persidangan hingga minggu depan.

“Sidang kita tunda minggu depan dengan agenda pembelaan,” pungkas Saiman.

Sementara itu Romaita, yang ditemui seusai persidangan, mengatakan persidangan minggu depan dirinya akan meminta majelis hakim untuk membebaskan para terdakwa dari tuntutan jaksa, menurut Romaita betul para terdakwa ini melakukan kesalahan prosedural yaitu meminjamkan keuangan daerah kebeberapa orang, namun uang tersebut telah dikembalikan pada tahun 2012-2013,

“Kami akan meminta majelis hakim untuk membebaskan para terdakwa, karena para terdakwa hanya melakukan pelanggaran admintrasi, dan kerugian negara sebesar Rp.3.397.930.281 (tiga milyar tiga ratus sembilah puluh tujuh juta sembilan ratus tiga puluh ribu dua ratus delapan puluh satu rupiah) telah dikembalikan dan diselesaikan tahun 2012-2013” terang Romaita.

Ditambahkan Romaita, terkait tuntutan jaksa, Romaita mengatakan bahwa tuntutan tersebut terlalu tinggi, karena jaksa sendiri menyatakan bahwa didalam tuntutan tidak ada kerugian negara, artinya jelas kesalahan mereka hanyalah kesalahan adminitrasi bukan korupsi, seperti tuntutan jaksa.

“Saya bingung, didalam tuntutan jaksa mengatakan bahwa tidak ada kerugian negara, tapi kenapa dihukum 1 tahun dan 6 bulan penjara” ungkapnya.

Diketahui bahwa kelima terdakwa yang merupakan pejabat dalam pemerintahan daerah Kota Prabumulih, diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan daerah yang tidak sesuai pada tahun 2007 sampai 2011, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. Rp.3.397.930.281 (tiga milyar tiga ratus sembilah puluh tujuh juta sembilan ratus tiga puluh ribu dua ratus delapan puluh satu rupiah). (Iir)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top