Bengkulu

Pulau Tikus, Surga Wisata dengan Sejuta Pesona

 

BENGKULU –  Dibutuhkan waktu satu jam, melintasi hamparan laut biru mengunakan lima  kapal di kawasan Tapak Paderi dipandu oleh tim BPBD dan nelayan untuk menuju ke Pulau Tikus
mata lansgung dimanjakan pemandangan yang eksotis.
Pulau Tikus  pulau dengan ukuran sekira 0,8 Ha persegi yang terletak di sebelah barat Kota Bengkulu dengan jarak sekira 10 km dari bibir Pantai Tapak Paderi, menjadi lirkan pelancong domestik dan internasional.
Ditambah ekosistem Biotalaut yang nyaris terganggu habitatnya, serta perkembangan ekonomi kerakyatan pada bidang perikanan menjadi perhatian serius oleh pemerintah kian menjada daya tarik.
Untuk lebih mengeksplor kawasan wisata, Wakil Walikota  Kota (Wawako) Bengkulu Ir. Patriana Sosialinda didamping beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, Jumat (22/1) mengunjungi pulau tersebut.

Cuaca yang bersahabat semakin membuat perjalanan menuju Pulau Tikus tidak terhambat, sebelum kapal rombongan mendekati Pulau Tikus,  Patriana Sosialinda dan rombongan menyempatkan diri untuk meninjau lokasi keramba jaring apung yang terletak tidak jauh dari Pulau tikus sekaligus melihat perkembangan  lobster dan ikan bawal yang berada dilokasi itu.

“Ini salah satu potensi yang selalu mendapat perhatian serius oleh Pemkot Bengkulu, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu kita akan terus berkomitmen agar produktivitas dari hasil kelautan semakin diberdayakan,” ujar Wawako Bengkulu .

Sesudah meninjau budidaya keramba jaring apung, kapal rombongan bertolak ke sisi timur keramba jaring apung,  dan bersandar di Pulau Tikus, pasir yang putih dan pemandangan yang eksotis menjadi daya tarik pertama oleh wawako dan rombongan, terlebih beningnya air laut di bibir Pulau Tikus, saat menolehkan pandangan ke bawah terlihat bebatuan dan terumbu karang yang indah begitu juga dengan air laut yang terlihat hijau kebiru-biruan.
“Ini surga wisata dengan sejuta pesona, kita akan lakukan upaya-upaya yang maksimal agar keindahan pulau ini semakin terkenal,” ujar patriana.
Terumbu karang, ikan-ikan kecil semisal clown fish, penyu sisik dan penyu hijau masih bisa ditemui disekitar pulau ini. Di pulau ini juga banyak para wisatawan melakukan snorkeling, memancing atau bersantai menikmati pemandangan indah yang tak akan membuat rasa bosan.
Terdapat pula Mercusuar dengan ketinggian sekira 40 meter yang terletak di tengah pulau. Disekitar pulau terdapat tanaman seperti kelapa, ketaping, dan tanaman-tanaman yang bisa menahan abrasi air laut.
Wawako yang berjalan mengelilingi Pulau Tikus mempunyai keinginan yang sangat besar untuk melakukan optimalisasi kawasan wisata di Pulau Tikus ini.
“Kita ingin turis lokal dan internasional menjadikan pulau tikus sebagai destinasi wisata mereka. Apalagi jika pulau ini dilihat dari atas mercusuar sangat indah, air yang hijau kebiruan membuat terumbu karang yang ada terlihat dengan jelas,” katanya.
Selain itu, dalam kunjungan ini pula Wawali mengharapkan bahwa pulau ini tetap terjaga keasriannya, mulai dari kondisi lingkungan dan juga ekosistem bawah laut. Menurutnya, untuk menjaga keasrian tersebut dibutuhkan kerjasama banyak pihak, termasuk juga para wisatawan yang datang ke Pulau Tikus.
“Terumbu karang harus dijaga, jangan diangkat atau dicabut hanya untuk foto-foto narsis, ekosistemnya nanti bisa rusak,” paparnya.
Pada kesempatan itu pula, Wawali yang bertemu langsung dengan para wisatawan lokal mengharapkan agar mereka peduli dengan keindahan Pulau Tikus dengan setidaknya menjaga kebersihan di lingkungan Pulau Tikus tersebut. (Rahmad)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top