Baturaja

Diperlakukan Kasar Dan Konyol Ala Militer, Sopir Sawit Mitra Ogan Lapor Ke POM

Sopir Truck Angkutan Sawit Yang Melapor Di Kantor Sub Den POM Prabumulih

Sopir Truck Angkutan Sawit Yang Melapor Di Kantor Sub Den POM Prabumulih

Prabumulih – Aksi yang dilakukan oleh beberapa orang Pria Berbaju loreng ini cukup menggelikan dan terdengar konyol, dua kata ini ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kisah yang dialami oleh dua supir truk angkutan sawit Mitra Ogan yang mendapat perlakuan agak nyeleneh bahkan sampai aksi penganiayaan, oleh beberapa orang oknum petugas pengamanan berseragam loreng hijau. Betapa tidak Sopir-sopir armada pengangkut bahan baku pembuat minyak sayur tersebut, mengaku dihukum ala militer, dan ada yang dicekik juga ditendang.

Tak pelak tindakan konyol Petugas Keamanan yang mengenakan baju loreng tersebut memicu reaksi tak senang belasan sopir sawit sehingga mereka mengadukan permasalahan ini ke Pihak Sub Denpom Prabumulih karena diduga pelaku perbuatan tak menyenangkan plus kekerasan ini adalah anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang bermarkas di wilayah Kota Prabumulih.

Belum jelas apa motif oknum yang diduga anggota TNI itu hingga berbuat demikian. Hanya saja menurut keterangan Dedi dan Indra, sopir yang melapor di Sub Denpom Senin (25/01/16) mengatakan sebenarnya tak ada persoalan yang serius. Dan tindakan berupa sanksi fisik yang ditanggung Dedi dan Indra ini tidaklah wajar dikenakan bagi warga sipil.

Diceritakannya saat itu Dedi tengah menuju ke luar lokasi areal perkebunan sawit Mitra Ogan wilayah Kabupaten Muara Enim dan OKU. Nah pada saat sampai di pos keamanan, seorang Pria menyuruh dia untuk menunggu disana. Selanjutnya kata Dedi beberapa waktu kemudian muncullah tak kurang dari sepuluh orang Petugas berambut cepak datng ke pos keamanan. Separuh dari rombongan berseragam loreng ini pergi meninggalkan lokasi dan sebagian lagi tinggal di pos.

Petugas yang tinggal di pos ini lantas memeriksa Plat Nomor Polisi Truck yang dibawa oleh Dedi. Kemudian kata Pria yang berasal dari daerah Mesuji Ogan Ilir ini, Pria yang diduga oknum TNI tersebut memerintahkannya untuk tiarap, selanjutnya dia di paksa berguling dibawah truck, tidur-tiduran dipelepah sawit, kemudian naik turun mobil, naik pohon, serta dipaksa membaluri kepala dan tubuhnya dengan lumpur. Hukuman ala militer ini harus dijalani oleh Dedi sampai dua jam-an.

“Pertama Tentra yang dating tu sekitar sepuluh, trus pegi separuhnyo, na yang tinggal di pos itu meriksa BG mobil, sudah itu tau-tau nyuruh aku tiarap, tiduk dibawah mobil, dipelepah sawit, naik-naik batang kayu, naik turun mobil dalam itungan ketigo, trus diulang-ulangi sampe sekitar duo jam, dan jugo aku disuruh mandi air lumpur” tutur Sopir truck ini sembari menerangkan bahwa pengalaman konyol yang dialaminya tersebut berlangsung pada Hari Kamis (21/01/16).
Sementara Indra rekan seprofesinya mengatakan dirinya dicekik, diacungi pisau sangkur dan tendang dibagian perutnya.

“Aku di cekik, sangkur diacungi di ujung kuping ku, trus ditendang disini (sambil menunjuk perutnya) sampai aku jatuh terduduk” terang Pria yang juga warga Mesuji OI itu.
Terpisah Pihak Sub Den POM Prabumulih yang dikonfirmasi, belum memberikan pernyataan dan keterangan secara resmi. Salah seorang Anggota POM yang menerima awak media mengungkapkan bahwa dirinya tidak berkompeten memberikan statemen, pasalnya kata dia Komandan Sub Den POM Prabumulihlah yang lebih tepat untuk mengeluarkan pernyataan, namun sayangnya yang bersangkutan pada hari itu sedang ada kegiatan dinas diluar Kota.

“Nanti aja mas langsung ke Komandan, pimpinan saya yang berhak memberikan keterangan, apalagi ini menyangkut nama TNI, saya juga belum melakukan pemeriksaan terhadap yang melaporkan ini” ujarnya nya singkat. (anja)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top