Baturaja

Berlumpur, Ratusan Kendaraan Tertahan Berhari – Hari.

Baturaja – Pelaksana pembangunan jembatan Air Siringan Desa Durian Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, di Jalan Lintas Ogan Baturaja – Palembang  yang  sebelumnya optimis selesai tepat waktu, namun hingga kini tak kunjung usai, bahkan menimbulkan masalah baru bagi pengguna jalan.

Pengguna jalan sangat mengeluhkan pembangunan jembatan yang terkesan asal jadi. Yang mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas ini karena bagian ujung dan pangkal jembatan berlumpur, yang akhirnya ratusan kendaraan tertahan dari arah Baturaja menuju Peninjauan, maupun sebaliknya.

“Yang bisa lewat jembatan ini hanya kendaraan tertentu saja, sedangkan truck, dan mobil kecil tidak bisa, karena lumpurnya dalam,” ujar Sodri (53) salah seorang sopir truck, yang mengaku sudah 2 hari tertahan di jembatan Desa Dusian tersebut pada Rabu (13/1)

Senada  juga di katakan Mirna, salah soerang Pegawai yang kesehariannya pulang pergi dari Baturaja ke Peninjauan, semenjak di tutupnya jembatan darurat beberapa waktu lalu, mengaaku dirinya selalu terlambat datang ke kantor.

“Karena jalan ini macet, saya harus estapet, dua kali naik mobil untuk sampai ke kantor, demikian juga dengan yang lain, termasuk anak – anak sekolah, kalau saya lihat Palang Proyeknya 6 milyar lebih, tapi pengerjaannya seperti ini” keluhnya.

Disisi lain Danramil 0403-02 Peninjauan Kapten Czi Handayani di mintai komentarnya mengenai arus lalu lintas yang terhambat di jembatan Desa Durian merasa prihatin, dan kecewa akan kinerja pelaksana, yang tidak memikirkan pengguna jalan.

“Jalan ini merupakan urat nadi warga kecamatan Peninjauan dan Kecamatan Kedaton sebagai akses untuk ke Baturaja dan sebaliknya, kalau sudah macet seperti ini, kan semua pihak di rugikan, baik itu penumpang angkutan umum, maupun kendaraan yang mengangkut hasil bumi,”terang Handayani di bincangi saat meninjau langsung lokasi.

Di kesempatan itu, Kapten  Handayani,  sangat menyayangkan, ujung pangkal jembatan hanya  di timbun dengan tanah, “ketika hujan turun timbunan dari tanah tersebut akan  labil dan menjadi lumpur, dan tadi sudah kita hubungi PPTK nya, untuk segera di perbaiki, demi kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Sementara itu, PPTK Pembangunan Jembatan Air Siringan Ir Joni Fahlevi.MM, di konfirmasi via sambungan selulernya mengaku saat ini pihaknya sedang mengupayakan penyelesaian pembangunan tersebut.

“Kita akui, pembangunan jembatan ini sudah closingdate (habis waktu red) dan kena pinalti, namun karena terkendala cuaca, pihaknya sudah mengajukan adendum perpanjangan waktu. Dan itu sudah di setujui Gubernur Sumatera Selatan, ada perpanjangan selama 51 hari,” jelasnya.

Joni Fahlevi  mengaku, sudah menghubungi pihak pelaksana, agar segera menyelesaikan timbunan tersebut, agar lalu lintas pengguna jalan tidak terhambat.

“Pelaksana sudah kita hubungi untuk segera menyelesaikan timbunan ujung dan pangkal jembatan, supaya tidak menghambat lalu lintas, warga sekitar, timbunan itu, sesudah tanah, nanti di timbun lagi dengan batu karang, dan agregat, setelah benar – benar keras barulah di aspal,”tukasnya.

Pantauan di lapanga , ratusan kendaraan yang tertahan di jembatan Air Siringan semakin mengular, baik itu dari arah Kota Baturaja – ke Peninjauan, bahkan sebaliknya.(Rud)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top