Diduga Melakukan Pencucian Uang, PT Rumpun Enam Bersaudara Akan Dilaporkan Ke KPK – SumselNews.Com
Kriminal

Diduga Melakukan Pencucian Uang, PT Rumpun Enam Bersaudara Akan Dilaporkan Ke KPK

PALEMBANG- Diduga melakukan pencucian uang, Perusahaan PT. Rumpun Enam Bersaudara akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh tim Kuasa Hukum petani plasma desa Paya Hangus Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim.

Adanya dugaan pencucian uang ini, menurut salah satu Advocat petani plasma Desa Paya Hangus Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, Mulyadi, SH MH baru diketahui berawal ketika salah satu petani plasma yang akan menganggunkan surat tanahnya ke Bank BNI, namun ditolak dengan alasan bahwa tanah yang akan dianggunkan petani tersebut sudah dianggunakan oleh pihak perusahaan PT. Rumpun Enam Bersaudara.

“Rencananya minggu depan saya langsung yang akan berangkat ke Jakarta untuk melaporkan dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” ujar Mulyadi, saat diwawancarai awak media di PTUN Plaju Palembang, Selasa (26/1).

Ditambahkan Mulyadi, ada 343 anggota petani plasma di desa Paya Hangus, masing-masing dianggap telah menerima uang sebesar 90 juta, total keseluruan berkisar 360 miliar.

“Iya, jadi para petani plasma ini dianggap telah berhutang kepada pihak Bank, padahal mereka tidak pernah menerima uang tersebut,” ungkap Mulyadi.

Ditempat yang sama, Koordinator Petani Plasma  Desa Paya Hangus Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, Juli Hariagung juga menyampaikan alasannya mengajukan gugatan pembatalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Rumpun Enam Bersaudara yang bergerak dibidang Perkebunan Sawit diatas lahan seluas 4751 Hektar (Ha), karena diduga cacat hukum dan izin perusahaan tersebut melanggar izin usaha perkebunan sesuai dengan SK Bupati No 1024, kemudian pihak persusahaan juga telah tidak membangun perkebunan sawit Plasma untuk masyarakat Desa Paya Hangus seluas 868 Ha.

“Hari ini agendanya sidang perdana dari gugatan yang telah kita ajukan, didalam gugatan kami meminta agar Pihak BPN Pusat, BPN Provinsi dan Khususnya BPN Kabupaten Muara Enim, untuk membatalkan HGU PT Rumpun Bersaudara,” ujar Juli.

Sementara itu, saat dikomfirmasi melalui Handphone, Direktur PT Rumpun Enam Bersaudara, Ludi mengatakan bahwa persoalan antara perusahaan dan petani plasma Desa Paya Hangus telah diselesaikan pada tanggal 21 di kantor bupati.

“Sudah tidak ada masalah lagi, karena telah diselesaikan dikantor bupati,” terang Ludi.

Disinggung, terkait akan dilaporkannya pihak perusahaan ke KPK oleh Tim Kuasa Hukum Petani Plasma, Ludi menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu ada persoalan hutang yang dialami masyarakat, karena baru take over pada bulan April.

“Perusahaan ini baru take over pada April kemarin,” ungkap Ludi.

Terkait Pemberian Plasma, Ludi juga mengatakan Bahwa memang belum seluruhnya, karena ada faktor bencana seperti kebakaran.

“Memang belum terealisasi semua, namun akan tetap kita lanjutkan,” tutupnnya. (iir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top