Diduga Adik Dianiaya Aparat Hingga Tewas, Ridho Lapor ke Propam Polda – SumselNews.Com
Kriminal

Diduga Adik Dianiaya Aparat Hingga Tewas, Ridho Lapor ke Propam Polda

PALEMBANG – Ridho (41) warga Jalan KH Azhari  Lorong Agung I No 197 RT14 Rw 03 Kecamatan Seberang Ulu ( SU) II Kota Palembang  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (19/1) mendatangi Unit Propam Polda Sumsel .

Kedatangannya guna melaporkan dugaan penganiayaan yang  dilakukan oleh oknum anggota Satres Narkoba Polresta Palembang yang menyebabkan nyawa adiknya Rahmat Firdaus (40) tewas dengan luka tidak wajar.

Peristiwa ini bermula saat Rahmat Firdaus ditangkap oleh anggota Satres Narkoba atas kepemilikan beberapa paket ganja Rabu (13/1) satu pekan lalu.

Saat itu kata Ridho,  ia baru mendapat  kabar penganiayaan dari salah satu teman yang saat itu menemani adiknya sewaktu dilakukan sejumlah pemeriksaan oleh petugas yang diduga berjumlah lebih dari 6 orang.

“Saat itu saya dapat kabar dari teman saya pak, katanya adik saya itu ditangkap anggota oleh kepemilikan ganja. Nah, dari cerita teman saya kalau adik saya itu sempat di pukul-pukul waktu diperiksa,” ungkap Ridho.

Masih dikatakan Ridho, saat dirinya menemui sejumlah anggota yang melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap adiknya, anggota tersebut mengatakan jika peristiwa meninggal adiknya tersebut lantaran diduga keracunan.

Anehnya, kata  Ridho ditubuh korban banyak ditemukan luka lebam bahkan mata adiknya mengelurkan darah segar.

“Saya tidak terima pak, adik saya bukan keracunan, tidak mungkin kalo keracunan seluruh tubuhnya banyak luka lebam seperti itu” ujarnya.

Selain itu, Ridho juga menambahkan, jika saat mengetahui adiknya telah meninggal, ia dan keluarga sempat mendapat santunan dari anggota yang hingga kini ia tak mau membuka beberapa barang yang diberikan oleh anggota tersebut.

“Saya dan keluarga sempat diberikan santunan, berupa beras dan barang-barang lain, saya tak mau membuka dan menerimanya. Itu tidak sepadan dengan nyawa adik saya” cetusnya.

Senada dengan Ridho, salah satu tetangga korban yakni, Aldo (50) yang saat itu juga menjadi sasaran tangkapan petugas, namun segera dibebaskan karena tak terbukti memiliki keterkaitan dengan korban mengaku, jika  saat dirinya sedang berada diruang riksa, ia mendengar jika korban di sempat dipukuli dan berteriak kesakitan.

“Saat saya nunggu di ruang riksa, saya dengar kalo korban (Firdaus-red) sempat dipukuli dan meminta ampun kepada petugas diruang sebelah tempat saya diperiksa juga pak,” katanya.

Namun, sampai berita ini diturunkan. Pihak kepolisian belum bisa menerima laporan korban. Dikarenakan, kelengkapan data yang dimiliki kakak korban belum mencukupi, akhirnya laporan pun masih belum bisa diterima sampai beberapa surat dan data lainnya mencukupi(Kardo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top