Beranda Sumsel Prabumulih KPU: Iklan KPU Prabumulih Sudah Sesuai Aturan

KPU: Iklan KPU Prabumulih Sudah Sesuai Aturan

61
0

PRABUMULIH, SUMSELNEWS.COM – Polemik iklan KPU yang dipersoalkan oleh relawan Kotak Kosong (Koko), ditanggapi Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Kota Prabumulih, Titi Marlinda, SE, MSi mengatakan bahwa KPU hanya memfasilitasi iklan (kampanye) paslon, karena sudah menjadi kewajiban KPU untuk melakukan itu sebelum masuk masa tenang.

“Yang namanya paslon yang mengkampanyekan dirinya di media massa, ya pasti mengajak masyarakat untuk memilih dia. Itu ada di PKPU nomor 4/2017,” belanya, Rabu (13/6/2018).

Dilanjutkan, bahwa materi itu (iklan) didapatkan dari paslon bersangkutan, hanya yang membayar iklan tersebut adalah KPU.

“Materi iklan paslon yang masuk masih kami revisi lagi, supaya jangan seolah-olah itu iklan yang dibuat oleh KPU,” terangnya.

Terkait teks materi iklan, Titi malah berkata jika dirinya yang menjadi paslon, maka akan lebih dipertajam.

“Itu adalah kesempatan paslon berkampanye. Dan apa yang dilakukan itu tidak melanggar aturan yang ada,” tegasnya.

Senada diungkapkan Ketua KPU Sumsel, Aspahani menjelaskan jika kegiatan iklan kampanye memang ada yang difasilitasi oleh KPU melalui media selama 14 hari sebelum masuk masa tenang.

“Kalau materi itu berdasarkan dengan PKPU, tetapi dibuat oleh paslon. Kalau untuk media cetak ukurannya hanya 5×30 centimeter. Isinya untuk mengenalkan dirinya kepada publik untuk mencoblos dia. Kata difasilitasi itulah yang dianggarkan dari KPU sesuai dengan kemampuan, dan itu berlaku untuk semua paslon,” katanya.

Kalau untuk kolom kosong, lanjut Aspahani, tidak mungkin dia beriklan. Tetapi, sosialisasi terkait kolom kosong tetap harus dilakukan oleh KPU sampai batas masa tenang pilkada.

Menyangkut polemik yang terjadi, pengamat politik, Ade Caniago, MSi mengatakan jika dirinya sangat menyayangkan dan menyesalkan sikap yang ditunjukkan KPU Kota Prabumulih yang dianggap tidak berlaku jurdil.

“Terkait dengan iklan pasangan calon (paslon) Ridho-Fikri di salah satu koran lokal di Prabumulih, saya menyayangkan dan menyesalkan KPU Kota Prabumulih yang tidak berlaku adil. Apalagi, kita ketahui bahwa iklan tersebut dibiayai oleh KPU, seharusnya KPU melakukan hal yang sama terhadap kotak kosong. KPU tidak pernah memberikan ruang yang sama seperti paslon. Karena, rakyat yang tidak sepakat dengan paslon, mempunyai pilihan lain dalam pilwako mendatang,” tuturnya.

Lebih lanjut, pengamat politik yang merupakan alumni pasca sarjana ilmu politik Universitas Indonesia (UI) itu menegaskan jika kotak kosong memiliki hak yang sama dengan paslon tunggal.

“Kalau KPU terus begini, bisa dipastikan bahwa hasil pilwako Prabumulih jika dimenangkan oleh paslon, itu pasti curang,” tegasnya seraya menambahkan jika indikatornya kecurangannya bisa dilihat dari iklan dimana KPU seolah-olah tidak berpihak pada kotak kosong.

“Kalau saja kita bicara bahwa paslon tunggal adalah yang terbaik, maka harus mampu buktikan jika semua masyarakat memilih dia. Logikanya, ketika dia dicalonkan sebagai calon tunggal, asumsi awal di masyarakat bahwa semua partai sepakat untuk mendukung karena dia yang terbaik,” lanjut Ade.

Tetapi faktanya, dengan beredarnya mahar politik (transaksi politik uang) maka bisa itu mengindikasikan jika partai dibayar. Dan bisa dipastikan juga, paslon tunggal yang ada saat ini belum tentu yang terbaik.

“Apa yang dilakukan KPU sangat mencederai demokrasi. KPU seharusnya netral, namun justru menjadi partisan (berpihak) dan itu sudah melanggar kode etik. Hal itu juga sudah bisa dilaporkan, tetapi persoalannya akan seperti apa sikap Bawaslu,” katanya menyayangkan.

Memang betul, lanjut Ade, iklan yang ditayangkan adalah ruang kampanye dan sesuai dengan PKPU nomor 4/2017.

“Betul itu diatur dalam PKPU. Tetapi persoalannya, dimana ruang sosialisasi untuk kotak kosong. Itukan hak demokrasi masyarakat Prabumulih. Mereka berhak mengetahui jika ada alternatif pilihan lain jika tidak setuju dengan paslon yang ada,” tukasnya. (Bakron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here