Beranda Pilkada sumsel KPU Gelar Sosialisasi Surat Suara

KPU Gelar Sosialisasi Surat Suara

0

PRABUMULIH, SUMSELNEWS.COM – Pasangan calon (Paslon) tunggal pemilihan Walikota (Wako) Prabumulih, Ridho-Fikri ditetapkan Komis•i Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih di kolom kiri dari surat suara, saat rapat pleno terbuka di Hotel Grand Nikita, Kamis (1/3/2018).

Terkait hal itu, Ridho sama sekali tidak mempermasalahkan baik kolom kanan ataupun kiri. “Kiri atau kanan itu sama saja, bagi kami tidak ada masalah. Tapi tadi kan bukan permintaan kami, karena kami diusung oleh sepuluh partai dan didukung enam partai,” ujarnya.

“Sehingga meminta izin dan pendapat mereka untuk memilih bungkusan kiri atau kanan. Jadi kami terkesan tidak otoriter,” jelasnya seraya mengatakan jika memilih sendiri, dirinya merasa tidak enak kepada partai-partai yang ikut petahanan.

Kemudian, partai pengusung dan pendukung dianggap mempunya kontribusi terhadap dirinya.

“Tanpa mereka kami tidak bisa apa-apa juga. Tapi, itu bukan indikasi kalau nanti menjadi pemenang, lantas akan disetir oleh partai. Selama ini kan tidak (disetir), karena pada dasarnya semua partai itu tujuannya sama, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau tujuannya sama, pasti kami dukung,” ugkapnya ayah tiga anak ini.

Terkait kotak kosong, dirinya dan pasangan tak merasa akan dizolimi jika nantinya kalah dalam pilwako mendatang. Hanya saja, dengan adanya kampanye kotak kosong, Ridho hanya bertanya apa sebenarnya salah dia.

“Tunjukkan siapa orangnya, saya akan datang ke rumahnya dan meminta maaf. Tapi, terkait kotak kosong dalam proses demokrasi itu sah-sah saja,” tandasnya.
“Jelasnya, kami menerima masukan dan kritikan tetapi ada solusi. Itulah proses demokrasi yang dewasa. Kalau mau memilih kotak kosong, ya kasih tahu apa alasannya,” tambah Ridho.

Sementara, pejabat sementera (Pjs) Wako, Richard Cahyadi AP MSI mengatakan jika dirinya selaku pemimpin Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, wajib untuk hadir dan melihat proses rapat pleno terbuka tersebut.

“Inikan sudah masuk dalam tahapan-tahapan pilkada dan memang sudah harus dilakukan penentuan tempat baik itu kepada pasangan calon maupun kotak kosong yang merupakan lawan politiknya. Saya selaku pemerintah, wajib hadir untuk melihat kegiatan tahapan tersebut,” kata dia.

Menanggapi fenomena kotak kosong, ketua KPU M Takhyul SIP mengatakan jika dalam proses demokrasi, masyarakat bebas untuk memilih apakah paslon/ kotak kosong. Tetapi, untuk kampanye kotak kosong, menurutnya, kotak kosong bukanlah calon yang akan menyampaikan visi-misinya, sehingga tidak berhak untuk melakukan kampanye.

“Yang berhak kampanye adalah paslon. Kita menyerahkan kepada masyarakat untuk mensiasati itu. Tetapi, masyarakat tetap memiliki hak pilihan. Kalau tidak ada lagi hak pilihan, itu baru salah,” pungkasnya. (Bakron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here