Muratara

Jembatan Gantung Putus Dihantam Banjir

MURATARA- Intensitas hujan tinggi yang turun dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), menjadikan jembatan gantung di Desa Baung, Kecamatan Rawas Ulu putus, akibat terjangan banjir karena luapan Sungai Rawas, Selasa (9/2).

Akibat kejadian tersebut, akses warga untuk berangkat menuju lahan pertanian ini, tidak dapat digunakan dan turut menjadikan aktivitas warga setempat terganggu, kendati memang ada akses lain yang dapat digunakan, namun diketahui jarak tempuh jalan alternatif tersebut lebih jauh.

IMG-20160209-00696“Kejadiannya sekitar pukul 22.30 malam tadi, Senin (9/2). Biasanya memang kalau air sungai naik, tidak pernah merusak jembatan, tetapi karena ada dahan besar yang menyangkut di jembatan, membuat sejumlah bagian jembatan ini turut terbawa arus sungai,” ungkap Mardi, warga setempat.

Dijelaskannya, derasnya arus sungai membuat jembatan tidak mampu menahan laju patahan pohon tersebut, terlebih jembatan ini terbilang usianya sudah tua.

“Jembatan itu akses utama warga disini.  Sebab, warga yang ingin berkebun dan menuju pemukiman warga diseberang, biasanya melewati jembatan ini. Putusnya jembatan itu tepat di bagian tengah jembatan,” kata dia.

Dirinya berharap, Pemerintah bisa secepatnya melakukan perbaikan terhadap jembatan tersebut, disebabkan kerusakan infrastruktur tersebut, dipastikan akan turut mengganggu aktivitas perekonomian warga.

“Kami cuma bisa menunggu perbaikan saja, sebab kalau ingin dilakukan perbaikan seadanya tidak akan bisa, sebab kerusakannya cukup parah,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan. Cipta Karya (PUCK) Kabupaten Muratara, Zulkifli mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait adanya jembatan gantung yang putus tersebut dan telah melakukan pengecekan secara langsung.

“Tadi pak Kepala Dinas (Kadis) sudah mendatangi lokasi. Namun, saya belum tahu pasti apa langkah yang akan secepatnya dilakukan. Seandainya memang perlu cepat diperbaiki, tentu akan kita gunakan dana tanggap darurat. Beberapa jembatan yang rawan putus di Muratara, yakni jembatan di Desa Kertadewa, Lesung Batu, Remban dan termasuk juga di wilayah Desa Batu Kucing. Nanti akan rutin kita pantau,” ungkapnya.

Di tempat lain, jalan utama penghubung tiga kecamatan, yakni Kecamatan Rupit menuju Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas ilir, turut lumpuh akibat terendam air setinggi hampir satu meter. Terendamnya jalan tersebut, lantaran meluapnya sungai Rupit, akibat hujan yang juga mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

“Itu akibat hujan deras selama beberapa hari terakhir. Tidak hanya itu, banjir juga sempat merendam pemukiman masyarakat sekitar. Akibat banjir ini, aktivitas kendaraan juga terhenti, karena kendaraan tidak bisa melintas,” jelas Abdi, warga Karang Dapo.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muratara, H Alfirmansyah menjelaskan, banjir tersebut merupakan bencana tahunan dan kerapkali terjadi selama musim penghujan.

“Kita sudah siapkan anggaran untuk bantuan korban banjir. Selain uang, ada juga sembako yang telah disiapkan,” ungkapnya. (Andy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
malatya escort porno izle mersin escort elazig escort erzurum escort sivas escort porno izle porno izle sikiş izle malatya escort mersin escort elazığ escort